Vrydag 31 Mei 2013

Batu Buaya, Batu Opo dan budaya Bantik

Malalayang yang didiami komunitas Tou Bantik, diam-diam ternyata memiliki legenda mistis tentang suatu batu yang dinamakan Batu Buaya. Jejak sejarah yang diduga dari jaman sebelum masehi dan belum tersentuh ini. Menyimpan daya tarik yang kuat. “Nilai Jualnya” sama dengan Batu Pinabetengan. Bahkan sejumlah batu-batu yang dianggap bertuah di Malalayang Bantik ini menyimpan sejuta cerita sejarah bernuansa magis. Cerita magis Bantik atau umumnya Tou Minahasa inipun tidak kalah hebatnya dengan cerita pewayangan seperti di Jawa atau cerita legenda Joko Tingkir.



Bagi warga Tou Bantik sendiri dikenal beberapa batu bersejarah; diantaranya Batu Buaya, Batu Kuangang, Batu Opo. Batu Buaya adalah yang berbentuk seperti buaya. Batu ini terletak di kelurahan Malalayang Satu, sedangkan Batu Kuangang berada di Kelurahan Malalayang Satu Barat dan Batu Opo di Kelurahan Malalayang.



Batu Buaya lebih dikenal dengan legenda perang antara dua suku di Minahasa pada jaman dulu. Yakni; Tonaas Tonsawang dengan Tonaas Bantik. Sedangkan Batu Kuangang dan Batu Opo adalah batu bertuah. Berbagai kejadian aneh mengikuti sejarah batu-batu yang diyakini memiliki kekuatan gaib ini. Bahkan, menurut warga kampung setempat, tak jarang sejumlah pejabat penting di negara ini berkunjung minta wangsit disini.

Malalayang yang didiami komunitas Tou Bantik, diam-diam ternyata memiliki legenda mistis tentang suatu batu yang dinamakan Batu Buaya. Jejak sejarah yang diduga dari jaman sebelum masehi dan belum tersentuh ini. Menyimpan daya tarik yang kuat. “Nilai Jualnya” sama dengan Batu Pinabetengan. Bahkan sejumlah batu-batu yang dianggap bertuah di Malalayang Bantik ini menyimpan sejuta cerita sejarah bernuansa magis. Cerita magis Bantik atau umumnya Tou Minahasa inipun tidak kalah hebatnya dengan cerita pewayangan seperti di Jawa atau cerita legenda Joko Tingkir.



Bagi warga Tou Bantik sendiri dikenal beberapa batu bersejarah; diantaranya Batu Buaya, Batu Kuangang, Batu Opo. Batu Buaya adalah yang berbentuk seperti buaya. Batu ini terletak di kelurahan Malalayang Satu, sedangkan Batu Kuangang berada di Kelurahan Malalayang Satu Barat dan Batu Opo di Kelurahan Malalayang.



Batu Buaya lebih dikenal dengan legenda perang antara dua suku di Minahasa pada jaman dulu. Yakni; Tonaas Tonsawang dengan Tonaas Bantik. Sedangkan Batu Kuangang dan Batu Opo adalah batu bertuah. Berbagai kejadian aneh mengikuti sejarah batu-batu yang diyakini memiliki kekuatan gaib ini. Bahkan, menurut warga kampung setempat, tak jarang sejumlah pejabat penting di negara ini berkunjung minta wangsit disini.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking